2 Cara Pertambangan Emas


2 Cara Pertambangan EmasKembali lagi dalam pembahasan emas yang mana emas merupakan logam yang berat dengan warna kuning yang khas. Dalam bentuk bubuk, warnanya kemerahan. Emas mempunyai karakteristik sectile (lunak, elastis, mudah dibentuk) memiliki warna yang menarik (kuning, mengkilap, tidak mudah memudar), berat tahan lama, tahan pada panas tinggi dan daya konduksi listrik juga sebagai perlawanan terhadap oksidasi (tahan korosi) sehingga emas memiliki multifungsi.

 
Tambang emas di Indonesia sangat banyak yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya. Tambang Indonesia banyak diolah perusahaan luar (asing), hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara-cara pengolahan bahan galian yang ada, khususnya emas. Perusahaan tambang emas milik pemerintah yang aktif adalah unit pertambangan Cikotok (UPEC) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Irian Jaya yang lebih tepatnya lagi berada di gunung Grasberg. Cikotok merupakan suatu kecamatan di kabupaten Banten.

 
Adapun cara atau teknik penambangan emas adalah emas yang diperoleh dari alam biasanya terbentuk menjadi dua bagian yang pertama berupa butiran-butiran halus yang diperoleh dengan cara pendulangan dan yang kedua batuan-batuan yang mengandung emas yang disebut bijih emas dan alat yang digunakan adalah alat-alat berat atau dengan cara peledakan menggunakan bom untuk menghancurkan batuan yang mengandung emas, dan setelah hancur di angkut ke pabrik menggunakan truk dan ada sebagian perusahaan menggunakan rangkaian berjalan menyerupai rel kereta api dan kabel ban. Kabel ban merupakan alat pengangkutan yang merupai kereta gantung.

 
Perusahaan lokal (dalam negeri) maupun perusahaan asing mengolah tambang emas yang mana hasilnya adalah batuan emas atau bijih emas. Batuan yang berkualitas tinggi adalah batuan yang mengandung emas 30 gram setiap ton, biasanya batuan yang ditambang mengandung kadar emas diatas 8 gram per ton bijih emas. Emas yang diperoleh dengan cara pendulangan biasanya ditambang secara liar oleh masyarakat yang mana mereka menggunakan raksa untuk mengendapkan butiran-butiran halus emas yang ada dalam air atau lumpur.

 
Sedangkan emas yang diperoleh melalui proses ini (pendulangan) langsung dijual tanpa mengolahnya terlebih dahulu.
Dalam proses pengolahan emas dari bijinya umumnya dikenal dengan dua cara yaitu :

1. Cara Kimia

Cara kimia terbagi menjadi 5 bagian utama yang terdiri dari :
• Pengucilan ukuran
• Penggilingan
• Amalgasi
• Sianidasi
• Pemurnian
Dalam proses pendulangan ini prosesnya langsung ke tahap sianidasi yang kemudian langsung dimurnikan.

 

2. Cara Mekanik

Cara ini dilakukan tanpa bahan kimia. Dalam hal ini emas yang sudah diperoleh dalam keadaan murni dengan butiran yang besar. Contohnya dengan sedikit pemanasan pada suhu rendah untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang berupa akar kayu atau dicuci dengan menggunakan akuades untuk membersihkan pasir atau tanah yang masih menempel pada emas.

Summary
Kembali lagi dalam pembahasan emas yang mana emas merupakan logam yang berat dengan warna kuning yang khas. Dalam bentuk bubuk, warnanya kemerahan. Emas mempunyai karakteristik sectile (lunak, elastis, mudah dibentuk) memiliki warna yang menarik (kuning, mengkilap, tidak mudah memudar), berat tahan lama, tahan pada panas tinggi dan daya konduksi listrik juga sebagai perlawanan terhadap oksidasi…


Leave a Reply