Metode Cepat Mengolah Emas


Kimia Tambang Emas

Dalam proses mengolah emas ada beberapa metode yakni metodenya akan dijelaskan dibawah ini yang pertama metode Siraman. Pada tahun 1970-an metode Heap Leach adalah metode yang pertama kali digunakan secara komersil. Melimpahnya material namun kualitas Ore sangat rendah (Low Grade) hal inilah yang mendasari pengembangan metode ini yaitu metode siraman (Metode Heap Leach). Dan metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

 
Adapun kelebihan metode ini adalah :

  1. Biaya Operasional dan investasi rendah
  2. Penggunaan air untuk kebutuhan produksi relatif sedikit
  3. Karena komposisi penggunaan air berbanding lurus dengan reagen leaching
  4. Kebutuhan akan energi yang diperlukan jauh lebih sedikit (ramah lingkungan, murah lebih ekonomis)

 

Dalam metode ini pun memiliki kelemahan yaitu :

  1. Lebih cocok dilakukan dalam skala besar 2. Waktu yang diperlukan dalam proses leaching lebih lama
  2. Hanya cocok untuk batuan yang memiliki porousitas tinggi
  3. Resiko penguapan sianida lebih tinggi

 

Metode karbon Pulp (Cip) dan metode ini pun dikenalkan pertama kali pada tahun 1951, akan tetapi lebih populer pada tahun 1973 setelah metode ini dipakai Home Stake Minning Co’S Plang di Lead, Dakota Selatan, USA. Kemudian menyebar ke berbagai negara di Afrika termasuk Indonesia yang terjadi pada tahun 1999 menggunakan metode ini. Sekarang ini penyerapan dengan menggunakan karbon aktif sangat banyak sekali digunakan dalam proses sianidasi pada skala industri pertambangan besar maupun pertambangan rakyat di Indonesia. Yang mana cara pengolahan emasnya khusus diproses melalui metode (Carbon In Pulp) yang disingkat dengan CIP.

 
Dalam pengolahan yang menggunakan metode CIP, yang pada dasarnya emas dapat dibentuk senyawa kompleks dengan sianida. Tahap awal dalam proses ini adalah emas berbentuk Ore (bijih) ditambang pada suatu lokasi penambangan. Ore selanjutnya dihancurkan hingga halus dicampur dengan air (Pulp). Pulp ini dimasukkan kedalam tangki agitator yang ditambah dengan sianida kedalamnya.

 
Sianida inilah yang akan membentuk senyawa kompleks emas yang diserap oleh karbon aktif. Karbon aktif berasal dari arang batok kelapa, arang kayu, atau batu bara. Yang paling banyak digunakan adalah arang batok kelapa yang mana karbon aktif Granular dan karbon aktif blackdiamond sangat mudah ditemukan dipasaran yang kualitasnya baik dan proses adsorbsi emas lebih cepat, daya adsorbsi emaspun tinggi (8 – 6 g). Kualitas adsorbsi dipasaran hanya 2 – 5 g emas pergi.

Summary
Dalam proses mengolah emas ada beberapa metode yakni metodenya akan dijelaskan dibawah ini yang pertama metode Siraman. Pada tahun 1970-an metode Heap Leach adalah metode yang pertama kali digunakan secara komersil. Melimpahnya material namun kualitas Ore sangat rendah (Low Grade) hal inilah yang mendasari pengembangan metode ini yaitu metode siraman (Metode Heap Leach). Dan metode…


Leave a Reply