Penggunaan Natrium Sianida Dalam Proses Ekstraksi Emas


Jual Kimia Tambang Emas

 
Sianida sudah dikenal dan tidak asing lagi di telinga masyarakat luas bahwasanya sianida merupakan bahan kimia yang beracun. Hal ini disebabkan oleh ada sebuah cerita pada saat perang dunia kedua terjadi yakni ada seorang perwira yang bernama Nazi Erwin Rommel menggunakan sianida sebagai pil bunuh diri dan pil bunuh diri mematikan ini disebut juga dengan L-pil. L-pil ini merupakan potasium sianida akan tetapi sifat natrium sianida hampir identik. Sodium sianida (NaCN) merupakan sebuah anorganik yang sangat polos yang mencari padatan putih yang bersifat mematikan apabila terkonsumsi 5% dari sendok teh akan berakibat fatal dan sangat mematikan.

 
Sodium sianida sama-sama berbahaya dengan hidrogen sianida (HCN) yang melalui proses yang sangat sederhana yaitu melalui proses pengolahan natrium sianida. Hampir diseluruh dunia industri menggunakan sodium sianida dan yang paling sering menggunakan bahan kimia ini adalah industri pertambangan emas. Namun tidak semua industri pertambangan emas menggunakan bahan kimia ini, dikarenakan ada industri pertambangan emas yang menggunakan cara pengolahan emas tradisional yang lebih sering dikenal tambang emas tradisional.

 
Beberapa negara di dunia merupakan negara penghasil tambang emas terbesar, akan tetapi belum ada yang bisa menemukan emas nugget melainkan hanya menemukan serbuk emas yang berada di bebatuan. Dengan meningkatnya permintaan pasar yang sangat banyak, maka memaksakan para penambang emas menambang di bebatuan serendah 0,005% untuk mendapatkan hasil yaitu emas, sehingga memerlukan ekstraksi emas yang berfungsi untuk memisahkan dan memurnikan emas dari bahan-bahan yang menempel dalam emas tersebut sehingga menghasilkan emas yang murni, yang mana proses pengolahannya melalui pengolahan emas dengan sianida yang sebelumnya dilakukan proses penggilingan batuan terlebih dahulu.

 
Setelah melalui proses penggilingan, maka campuran dari batu mentah tersebut telah berubah menjadi bubuk halus yang kemudian ditambahkan kedalam larutan natrium sianida, sehingga membentuk emas yang sangat kuat dengan molekul sianida yang kemudian bisa dipisahkan dari sisa-sisa mineral yang larut dalam air. Setelah itu bereaksi dengan seng dan dapat berubah kembali menjadi padat dan pada akhirnya dilebur yang berguna untuk mengisolasi emas dan cor kedalam bar. Potasium sianida sangat mirip sekali dengan L-pil yang sangat mengganggu kesehatan manusia dikarenakan bahan kimia ini beracun dan dapat mengakibatkan kematian bagi manusia.

 
Adapun resiko-resiko yang dapat terjadi akibat dari bahan kimia ini adalah sebagai berikut :
1. Terjadinya penyerapan pada kulit yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
2. Menghirup atau menelan natrium sianida yang sangat berakibat fatal.

 
Masih banyak lagi resiko-resiko dari bahan kimia ini, akan tetapi bila sesuai dengan aturan dan anjuran yang ada serta tidak melebihi dari petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan, maka kemungkinan besar tidak berbahaya. Saat ini sudah ada penanggulangannya yaitu meminimalkan resiko penanganannya dan paparan industri pertambangan emas sehingga aman untuk digunakan. Pada umumnya sianida digunakan dalam kegiatan pertambangan emas yaitu melalui proses pengolahan emas dengan metode sianida yang diolah oleh para penambang emas yang telah berpengalaman dalam menambang emas.

Summary
  Sianida sudah dikenal dan tidak asing lagi di telinga masyarakat luas bahwasanya sianida merupakan bahan kimia yang beracun. Hal ini disebabkan oleh ada sebuah cerita pada saat perang dunia kedua terjadi yakni ada seorang perwira yang bernama Nazi Erwin Rommel menggunakan sianida sebagai pil bunuh diri dan pil bunuh diri mematikan ini disebut juga…


Leave a Reply