Proses Amalgamasi Emas


Proses Amalgamasi EmasDalam proses Amalgamasi yang mencampuri bijih emas dengan merkuri (Hg). Hal ini merupakan proses ekstraksi emas. Amalgam (Au-Hg) merupakan produk yang terbentuk dari ikatan antara emas, perak dan merkuri. Sebuah kombinasi atau campuran air raksa dengan logam lain atau dengan alloy yang disebut dengan amalgam. Besi dan Platina adalah logam yang tidak bisa merkuri membentuk amalgam. Amalgam yang terbentuk akan dikumpulkan yang kemudian diproses dengan cara sianidasi dikarenakan masih mengandung emas dan perak yang bisa dimurnikan.

 
Selanjutnya amalgam yang sudah terbentuk akan melalui proses pengyulingan. Dalam proses penyulingan ini tujuannya adalah memisahkan emas, perak atau logam-logam lain dari raksa. Raksa dan amalgam sama-sama memiliki sifat yakni raksa bersifat volatil dengan titik didih 37 C sedangkan amalgam memiliki titik yang sangat tinggi 1000 C. Proses penyulingan ini raksa diperoleh kembali setelah mengalami pengembunan pada kondensor. Penyulingan yang masih mengandung emas yang masih bisa dimurnikan dengan proses elektrolisis yang diperoleh dari Residu.

 
Pada tahun 1828 penggunaan raksa alloy atau amalgam pertama kali digunakan, namun hal ini dicegah dikarenakan memiliki sifat air raksa yang beracun. Sekitar tahun 1895 Gv Black bereksperimen menunjukkan bahwa amalgam aman digunakan.

 
Hal ini merupakan proses ekstraksi emas yang paling murah dan sederhana yakni melalui proses amalgam. Amalgamasi akan efektif pada emas tereliberasi secara keseluruhan maupun sebagian pada ukuran partikel yang lebih besar dari 200 mesh (0.074 mm) dan dalam membentuk emas murni yang bebas (freemasonry natrium gold). Ada 3 jenis bentuk utama dari amalgam adalah :

  1. AuHg2
  2. Au2Hg
  3. Au3Hg

 
Apabila amalgamnya dipanaskan, maka akan terurai menjadi elemen-elemen yakni air raksa dan bullion. Emas yang melalui proses amalgamasi yang merupakan proses kimia fisika. Dalam proses pemanasan ada sebuah resort maka amalgam akan terurai, air raksanya akan menguap dan akan diperoleh kembali kondensasi uap air raksa tersebut.

 
Sementara didalam resort Au-Ag masih tertinggal di logam. Dengan prosesnya yang sederhana ada lagi hal yang menarik yaitu murah biaya operasionalnya. Metode Amalgamasi ini menjadi pilihan utama bagi pertambangan rakyat hal ini disebabkan oleh mudahnya dalam pemasaran produk dan sudah bisa dipasarkan, harga standar yang sesuai dengan kualitas produk serta harga pasar emas murni internasional.

 
Sebelum melaksanakan proses amalgamasi ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan yakni proses kominusi dan konsentrasi gravitasi, agar mencapai derajat liberasi (emas tersingkap), konsentrat akhir yang diperoleh ditambah merkuri (amalgamasi) selama satu jam dan hasilnya berupa amalgam basah (pasta) dan tailing kemudian pemerasan (squeezing) dan pemisahan yang disaring dengan alat sentrifugal dapat mengandung emas lebih dari 80% dan tidak lupa retoring yakni pembakaran amalgam untuk menguap merkuri, sehingga yang tertinggal berupa alloy emas.

 
Dalam hal ini ekstraksi amalgamasi yang baik adalah :

  1. Lokasi ekstraksi bijih harus terpisah dari lokasi kegiatan penambang.
  2. Lokasinya khusus yang baik dan benar agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.
  3. Kolam pengendap untuk mengolah tailing yang mana proses akhirnya akan dialirkan keperairan.
  4. Lokasi dan kolam jauh dari daerah banjir.
  5. Hindari pengolahan dan pembuangan tailing langsung ke sungai.
Summary
Dalam proses Amalgamasi yang mencampuri bijih emas dengan merkuri (Hg). Hal ini merupakan proses ekstraksi emas. Amalgam (Au-Hg) merupakan produk yang terbentuk dari ikatan antara emas, perak dan merkuri. Sebuah kombinasi atau campuran air raksa dengan logam lain atau dengan alloy yang disebut dengan amalgam. Besi dan Platina adalah logam yang tidak bisa merkuri membentuk…


Leave a Reply