Sistem Pengolahan Emas Dengan Proses Sianida


Sistem Pengolahan Emas Dengan Proses Sianida

Sistem Pengolahan Emas Dengan Proses Sianida – Dengan atom karbon terikat – tiga ke atom nitrogen merupakan kandungan senyawa kimia yakni sianida (C = N). Dalam hal ini CN dapat ditemukan dalam bentuk senyawa gas , yang berbentuk padat atau cair. Senyawa ini sangat beracun ketika melepas ion sianida CN-. Akan terbentuk sianida secara alami dengan buatan manusia, seperti HCN (Hidrogen Sianida) dan KCN (Kalium Sianida). Dalam proses pertambangan sianida sangat populer.

 

Hal ini dikarenakan terpisahnya kandungan emas dari material lainnya dan hasil emasnya pun murni.
Didalam teknik metalurgi untuk mengekstraksi emas dari bijih kadar rendah dengan mengubah emas ke kompleks koordinasi yang larut dalam air merupakan proses sianida yang dikenal sebagai proses Mac Arthur – Forrest). Hal ini adalah proses yang paling umum digunakan dalam ekstraksi emas.

 

Untuk memulihkan emas, tembaga seng dan perak mewakili sekitar 13% dari konsumsi sianida secara global, dengan 87% sisa sianida yang digunakan dalam proses industri lainnya seperti plastik, perekat, pestisida, yang mana proses pengolahan ini disebut dengan produksi reagen. Dengan proses ini terjadi kontroversial karena penggunaannya dilarang dibeberapa negara dan wilayah yang disebabkan kandungan yang terkandung didalamnya beracun.

 

Beberapa tahun silam terdapat beberapa penemuan yakni pada tahun 1783 Carl Wilhelm Scheele menemukan bahwa emas dilarutkan dalam larutan mengandung air dari sianida yang sebelumnya menemukan garam sianida. Dan penemuan itu berlanjut dari tahun ke tahun, yang mana hal ini dipastikan bahwa setiap atom emas membutuhkan dua sianida yaitu dua sianida yaitu stoikiometri senyawa larut. Sianida diterapkan untuk bijih emas. Hidrogen Peroksida dibentuk sebagai perantara.

 

Penggunaan sianida melewati beberapa tahap/proses yang pada umumnya mencampur cairan sianida dengan material yang akan disaring. Sianida juga digunakan sebagai bahan racun ikan atau potas serta bahan campuran untuk pupuk urea. Pemurnian sering disebut juga dengan Bullion dan hal ini terjadi melalui beberapa proses yakni dengan beberapa metode.
Medote cepat medote ini dilakukan dengan cara Hidrometallurgy yaitu dengan dilarutkan dalam larutan HNO3 kemudian tambahkan garam dapur untuk mengendapkan perak sedangkan emasnya tidak larut dalam HNO3 selanjutnya saring dan dibakar.

 

Metode lambat metode ini pun dilakukan dengan cara Hidrometallurgy plus Electrometallurgy yaitu dengan menggunakan larutan H2SO4 dan masukkan plat tembaga dalam larutan kemudian masukkan Bullion kedalam larutan tersebut, maka akan terjadi proses Hidrolisis dimana perak akan larut dan menempel pada plat tembaga sedangkan yang tidak larut akan tertinggal di dasar, lalu tinggal dibakar masing-masing dan jadilah logam murni.

Summary
Sistem Pengolahan Emas Dengan Proses Sianida - Dengan atom karbon terikat - tiga ke atom nitrogen merupakan kandungan senyawa kimia yakni sianida (C = N). Dalam hal ini CN dapat ditemukan dalam bentuk senyawa gas , yang berbentuk padat atau cair. Senyawa ini sangat beracun ketika melepas ion sianida CN-. Akan terbentuk sianida secara alami…


Leave a Reply